Kalau kamu lagi berencana beli rumah, pasti sering banget dengar istilah KPR fix, KPR floating, atau bahkan kombinasi keduanya. Tapi sebenarnya, apa sih bedanya? Dan mana yang lebih cocok buat kondisi kamu sekarang? Yuk, kita bahas dengan santai biar gampang dipahami.
KPR di Bank Sinarmas
Bank Sinarmas punya berbagai pilihan KPR cicilan ringan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan finansial kamu. Mulai dari bunga tetap (fix), bunga mengambang (floating), hingga kombinasi keduanya. Dengan sistem ini, kamu bisa lebih fleksibel dalam mengatur keuangan dan cicilan bulanan.
Nah, sebelum menentukan pilihan, penting buat tahu dulu perbedaan mendasar antara KPR fix berjenjang dan KPR floating supaya nggak salah ambil keputusan.
Apa Itu KPR Fix Berjenjang?
KPR fix berjenjang berarti bunga KPR kamu akan tetap (fix) selama jangka waktu tertentu, tapi bisa berubah setelah periode itu selesai. Misalnya, kamu ambil KPR dengan bunga tetap 5% selama 3 tahun pertama, lalu di tahun ke-4 dan seterusnya mengikuti suku bunga pasar.
Keuntungannya?
- Cicilan stabil di awal, jadi kamu bisa atur keuangan dengan lebih tenang.
- Cocok buat kamu yang baru mulai berumah tangga atau sedang adaptasi dengan pengeluaran bulanan baru.
Kekurangannya, setelah masa fix selesai, bunga bisa naik mengikuti kondisi pasar. Jadi, penting untuk siap-siap dengan kemungkinan cicilan yang berubah.
Lalu, Apa Itu KPR Floating?
Berbeda dengan fix, sistem bunga floating berarti suku bunga akan mengikuti kondisi pasar sejak awal. Kalau suku bunga acuan Bank Indonesia turun, maka bunga KPR kamu juga bisa ikut turun — dan sebaliknya.
Keuntungannya:
- Kamu bisa mendapatkan bunga lebih rendah saat pasar sedang stabil atau menurun.
- Biasanya cocok untuk jangka panjang karena lebih fleksibel mengikuti tren suku bunga.
Namun, risikonya tentu ada: bunga bisa naik kapan saja, yang berarti cicilan kamu juga ikut naik. Karena itu, penting untuk punya dana cadangan agar tetap aman kalau suku bunga tiba-tiba melonjak.
Mana yang Lebih Baik: Fix Berjenjang atau Floating?
Jawabannya tergantung dari kondisi keuangan dan toleransi risikomu. Kalau kamu ingin kepastian dan ketenangan di awal masa cicilan, KPR fix berjenjang bisa jadi pilihan aman. Tapi kalau kamu percaya suku bunga akan turun atau stabil dalam jangka panjang, KPR floating bisa lebih menguntungkan.
Banyak nasabah sekarang juga memilih kombinasi — misalnya fix 3 tahun pertama, lalu lanjut ke sistem floating. Dengan begitu, mereka bisa menikmati stabilitas di awal dan fleksibilitas di tahun-tahun berikutnya.
Simulasi dan Konsultasi
Sebelum menentukan pilihan, kamu bisa coba syarat pengajuan KPR dan simulasi cicilan langsung di situs resmi Bank Sinarmas. Di sana, kamu bisa lihat berapa besar cicilan per bulan berdasarkan tenor, suku bunga, dan harga rumah yang kamu incar.
Selain itu, kamu juga bisa konsultasi langsung dengan tim Bank Sinarmas biar dapet gambaran lengkap tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe KPR.
Kesimpulan
Baik KPR fix berjenjang maupun KPR floating, dua-duanya punya keunggulan masing-masing. Yang penting, sesuaikan dengan kondisi keuangan, rencana jangka panjang, dan toleransi risiko kamu.
Kalau kamu ingin cicilan stabil di awal, pilih KPR fix berjenjang. Tapi kalau kamu ingin potensi bunga lebih rendah di masa depan, KPR floating bisa jadi pilihan menarik.
Untuk tahu detail program KPR cicilan ringan dari Bank Sinarmas, kamu bisa langsung kunjungi situs resminya dan cek promo terbaru yang lagi berjalan. Siapa tahu, rumah impianmu jadi lebih dekat dari yang kamu bayangkan!